episode-4

Kumpulan Ide Tulisan Yang Dapat Segera Kamu Gunakan

Kering Ide

Menulis merupakan proses yang menyenangkan. Ketimbang hobi lainnya, menulis tidak membutuhkan peralatan yang mahal.

Namun seringkali kesenangan itu menemui kebuntuan ketika kamu tidak memiliki ide untuk ditulis.

Kamu berada di depan komputer, membuka Notepad atau Word hanya untuk melihat bentangan layar putih dengan kursor yang berkedap-kedip.

Kamu tidak bisa menulis sama sekali karena tidak memiliki ide.

Saya juga mengalami hal seperti itu. Jika kamu seperti saya yang tidak memiliki bakat menelorkan ide, proses mencari ide merupakan hal yang mengesalkan.

Ketika saya masih menjadi wartawan untuk surat kabar harian, jam empat sore adalah waktu yang paling tidak menyenangkan.

Itu adalah jam deadline di mana kami harus menyetorkan berita apa yang telah kami dapat sebelum para redaktur melakukan rapat menentukan isi koran esok.

Seringkali saya datang hanya membawa satu berita, padahal koordinator liputan menuntut para reporter menulis minimal tiga berita setiap harinya. Di lain waktu, ide saya sama sekali kering dan tidak memiliki satu pun berita.

Itu merupakan situasi yang sangat memalukan bagi seorang wartawan. Secara profesional, ia akan menjadi sorotan dari perusahaan. Hal yang lebih berat adalah pandangan para senior dan wartawan lainnya yang secara psikologis menimbulkan stres.

Jurnalistik adalah pekerjaan yang menarik karena tulisan yang yang dibuat adalah cerita yang berdasarkan fakta. Kamu tidak bisa secara kreatif membuat cerita yang tidak ada seakan-akan sebuah kejadian nyata.

Sejumlah wartawan memang pernah melakukan itu. Namun ketika kebohongan itu terbongkar, maka hal tersebut akan mencoreng reputasi dan karir jurnalistik mereka.

Salah satu senior saya mengajari saya cara mencari ide cerita. Ia mengatakan, salah satu hal yang mudah adalah jalan berlubang.

Di Batam, banyak jalan yang rusak. Kualitas jalan yang buruk diduga karena kualitas pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya.

Terkait jalan berlubang, senior saya itu meminta saya mencari keluhan warga yang sering melalui jalan itu. Cerita apa saja yang saya dapat dari warga. Selain itu saya juga melihat sejauh mana sebuah ruas jalan berlubang dan apa tanggapan pemerintah terkait masalah itu.

Dalam jurnalistik, wartawan akan sangat berhasil jika mampu mengendus cerita-cerita menarik dari kehidupan sehari-hari yang tampaknya biasa-biasa saja.

Sepintas, mengerjakan artikel untuk blog lebih mudah ketimbang reporter mencari cerita. Namun kenyataannya sama sulitnya.

Satu hal yang membuat kesulitan itu terasa adalah karena sebagai penulis blog, kita khawatir tulisan kita sama dengan yang sudah dituliskan orang.

Sebagai contoh, jika kamu menulis ‘Ide Menulis Artikel’ atau ‘Ide Menulis Blog’ di Google maka akan muncul rentetan link terkait hal tersebut.

Jadi jelas, bahasan soal ide menulis blog sangat melimpah. Kamu hanya perlu membaca link-link yang ada di halaman pertama Google untuk meruntuhkan semangat menulismu.

Namun, jika kamu membangun blog pribadimu, kamu tidak perlu khawatir jika ide atau bahasanmu telah banyak ditulis.

Rahasianya adalah menulislah sesuai dengan cerita, pengalaman, atau pandanganmu.

Misalnya kamu menulis pengalaman mendaki ke puncak gunung Semeru. Kisah petualanganmu akan berbeda dengan petualangan lain.

Misalnya kamu bertemu dengan rombongan asal negara lain yang mengejari kamu teknik-teknik pendakian baru.

Kisah lain misalnya kamu mencatat kondisi perkemahan di pinggir Ranu Kumbolo yang ramai dan mendapat kenalan.

Bisa saja kamu fokus pada kondisi lingkungan selama jalur pendakian dan perkemahan di mana banyak sampah yang berserakan.

Kamu juga bisa fokus dengan cerita kalau camping di Ranu Kumbolo ternyata lebih asyik ketimbang memuncaki Semeru.

Jika kamu orang yang puitis, kamu bisa membuat puisi tentang perjalanan itu atau pada titik tertentu.

Kamu punya koleksi foto? Jadikan itu sebuah esai foto atau jika kamu merekam perjalananmu, kamu bisa membahasnya di blogmu.

Saya sendiri membuat tulisan yang mendorong pembaca membangun blog pribadinya karena terinspirasi dari tulisan Eric Kim tentang 50 tips membangun blog untuk pemula.

Saya mengambil inspirasi dari setiap tipsnya dan menyesuaikan tips tersebut dengan pengalaman saya.

Beberapa hari yang lalu di blog pribadi saya menulis pengaruh cerita dalam mendorong konsumen membeli sebuah produk. Sementara ketika demonstrasi 4 November berlangsung di Jakarta minggu lalu, saya mendapatkan ide tentang kebebesan berpendapat dengan menulis surat khayalan kepada Presiden Suharto.

Ide tulisan sebenarnya berserak di dalam kehidupan ini. Namun selain keterampilan dalam menemukan dan mengembangkan ide, situasi banjir informasi yang saat ini kita alami cukup menyulitkan kita untuk menentukan hal apa yang akan kita gunakan sebagai ide menulis artikel selanjutnya.

Jika blog pribadimu memiliki fokus pada ceruk (niche) tertentu, maka hal tersebut membantu kamu untuk fokus pada ide-ide artikel. Saya dapat mencontohkan bagaimana Eric mengembangkan ide-ide artikel untuk blog fotografi yang ia kelola. Daftar ide-ide yang bisa dikembangkan adalah sebagai berikut:

  • Wawancara dengan sesama fotografer
  • Pandangan pribadi terkait fotografi, kehidupan, dan filsafat
  • Membagikan cerita tentang buku foto yang baru saja dibeli atau dibaca dan jelaskan mengapa kamu merekomendasikannya kepada pembaca blog.
  • Refleksi dari pameran fotografi yang baru saja kamu kunjungi.
  • Upload satu foto dan bagikan cerita di balakang foto tersebut, kamu juga dapat berbagi lembar kontak baik itu kontak manual atau kontak digital.
  • Bagikan video youtube yang menayangkan fotografer yang menginspirasimu.
  • Kamu menuliskan reviewmu tentang kamera, lensa, atau alat fotografi lainnya. Untuk hal ini, kamu perlu menegaskan apakah review yang kamu lakukan atas permintaan sponsor atau kamu lakukan secara independen.
  • Menulis puisi dan memasukkan foto di antara bait-baitnya.
  • Tips-tips fotografi, bagaimana cara memotret lebih baik, bagaimana cara mempraktekkan pendekatan fotografi jalanan, dan bagaimana menjadi lebih kreatif. Pembaca blog sangat senang tips, dan kamu bisa belajar membuat 10 tips terkait hal apapun.
  • Artikel “apa yang saya bawa di dalam tasku”. Keluarkan dan foto isi tasmu dan tulis alasan soal itu.
  • Rekam video pembicaraan atau percakapan tentang fotografi lewat webcam dan sematkan video itu ke dalam blogmu.
  • Tulislah artikel tentang pelajaran yang kamu dapatkan dari para fotografer handal. (Seri Learn from The Master merupakan salah salah satu rubrik yang membuat blog Eric mendunia).
  • Tulis juga artikel apa yang kamu pelajari dari para pesohor non fotografer dan kaitkan dengan bidang fotografi. Erik misalnya menulis pendekatan fotografi lewat tokoh-tokoh seperti Steve Jobs, Kanye West, dan Elon Musk.
  • Daftar di atas adalah hal yang dapat kamu kembangkan jika kamu membangun sebuah blog fotografi. Jika kamu membangun blog, misalnya konservasi, maka kamu tinggal mengganti kata fotografi dengan konservasi.

Misalnya:

  • Mewawancara ahli konservasi trenggiling.
  • Pandangan saya terkait konservasi dan pengaruhnya dengan kehidupan.
  • Refleksi terkait penangkaran oranghutan di Sumatera.
    10 hal yang saya pelajari dari Brady Barr.
  • Menurut saya, jika kamu menggunakan ide-ide di atas maka kamu tidak perlu takut kehabisan ide. Kamu tinggal mengembangkannya tergantung ceruk blog yang kamu tulis.

Jika bosan dengan ide-ide di atas maka kamu bisa belanja ide dengan mengunjungi tempat-tempat baru, membaca buku, ngobrol dengan siapa saja, bertemu dengan orang-orang baru di jalan, atau menuliskan khayalanmu.

Kamu juga bisa membaca majalah untuk mendapatkan ide. Bagi saya, majalah seperti Femina, Reader’s Digest, Kartini, atau Intisari berisi banyak sekali ide tulisan di setiap edisinya.

Sumber ide lain adalah lomba menulis atau lomba blogging. Kompetisi akan merangsang kreativitasmu sehingga ide-ide baru bisa terus lahir. Saat masih menjadi wartawan saya dan beberapa teman di kantor kerap bersemangat mancari cerita yang berkaitan dengan lomba jurnalistik.

Ide-ide di atas juga bisa kamu kembangkan jika kamu terjun sebagai penulis atau blogger profesional. Kamu bisa mengembangkan ide-ide di atas dan menyesuaikannya dengan cerita terkait dengan klienmu.

Tentu selain menulis blog maka kamu juga dituntut untuk mengembangkan kemampuan lain jika bergelut di dunia profesional seperti Optimasi Mesin Pencari (SEO), strategi penerbitan konten, dan bagaimana mempromosikan kontenmu.

 

Leave a Comment