iphone_se_review_08

Sisi Gelap Media Sosial

iphone_se_review_08Apakah anda khawatir karena lupa logout dari akun Twitter saat meninggalkan komputer kantor?

Atau, jantung anda seakan melompat kencang saat tahu akun Facebook anda diretas (hacked)?

Seperti itulah hubungan kita dengan media sosial.

Media sosial kini menguasai manusia. Data terakhir mencatat sekitar dua miliar pengguna internet juga aktif di media sosial.

Saat ini media sosial layaknya identitas tambahan bagi kita.

Ia seperti KTP. Jika anda kehilangan, anda khawatir hal itu akan digunakan orang lain untuk hal-hal yang tidak anda harapkan.

Media sosial juga dipandang sebagai ujung tombak pemasaran dan promosi. Termasuk untuk mempromosikan blog atau situs web.

Nyaris semua publikasi mengandalkan media sosial untuk menyebarkan kontennya. Berharap share tersebut diklik dan situs anda mendapat kunjungan yang melimpah.

Dan anda setuju akan hal itu.

Anda juga berharap, banyak orang yang meneruskan share itu.

Akhirnya, anda pun membagi ke berbagai chanel media sosial yang anda miliki. Tidak hanya ke Facebook dan Twitter. Anda lalu membagikan konten lewat akun Instagram, Google +, Pinterest, Path, hingga WhatsApp.

Hasil sharing itu anda pantau setiap hari. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, anda memikirkan kembali strategi untuk mempromosikan konten yang sama.

Membangun sebuah blog atau situs memang membutuhkan usaha keras.

Membagi konten di media sosial memang bukan hal yang haram.

Namun, anda tidak perlu tenggelam dalam lautan media sosial.

Buatlah konten di blog dan bagikanlah sekali di setiap akun media sosial anda. Jika anda ingin hasil efektif, bagilah di waktu-waktu yang tepat sesuai dengan analitis masing-masing sosial media.

Setelah itu, tinggalkan. Cari ide untuk menghasilkan konten-konten berkualitas untuk postingan anda selanjutnya.

Mengapa anda perlu melakukan itu?

Salah satu blogger favorit saya dan pendiri situs smartblogger.com, Jon Morrow mengatakan, anda tidak dapat membagi fokus pada banyak hal.

Mengerjakan banyak saluran media sosial berarti memecah fokus yang seharusnya anda berikan untuk membuat konten.

Setiap jenis media sosial punya karakter yang berbeda. Setiap kali akan membagi konten di satu media sosial, anda pasti akan memikirkan bagaimana mengemasnya.

Menurut Jon, fokus pertama dan utama saat membangun blog adalah membangun konten yang bermanfaat bagi pembaca, terutama untuk topik blog anda.

Anda perlu fokus untuk membangun blog dan menarik pengunjung untuk berlangganan blog anda. Ia mengusulkan anda membagi fokus jika blog tersebut sudah memiliki 1.000 pelanggan.

Jika anda pemilik perusahaan yang secara khusus mempekerjakan orang untuk melakukan pemasaran lewat media sosial, jelas anda akan menyelaminya. Namun jika anda seorang single fighter yang sedang blog, lebih baik membangun blog anda, membuat konten yang bermanfaat dan sedikit mengutak-atik SEO-nya.

Media sosial adalah wadah yang keruh. Postingan anda akan hilang dari wall atau timeline follower atau teman anda dalam waktu singkat. Dan itu tidak membantu jumlah kunjungan ke situs web anda.

Sebaliknya, jika konten anda bermanfaat, anda akan mendapat kunjungan organik dari mesin pencari.

Biarlah mereka yang datang menikmati dan mendapat manfaat dari konten-konten anda. Ajak mereka berlangganan dan perlahan, mereka akan membagikan artikel anda di akun-akun media sosial mereka.

 

Salam,

Yermia

Leave a Comment