camel-993822_1920

50 Tips Blogging dari Eric Kim : #3 Berhentilah Menulis

charlie-chaplin-392926_1920
CC Pixabay

Menulislah jika hanya jika kamu ingin. Jika merasa tak ingin lanjut menulis blogmu, maka berhentilah menulis.

Tidak ada benar salah dalam proses penulisan.

Jika banyak tips yang beredar, termasuk tulisan-tulisan saya, itu merupakan saran yang bisa diikuti atau ditinggalkan begitu saja.

Salah satu saran yang kerap saya dengan tentang menulis blog adalah menerbitkan satu tulisan setiap harinya.

Menulis setiap hari merupakan bagian dari kegemaran kita akan proses tersebut. Di sisi lain, ada kekhawatiran jika kita melewati satu hari tanpa menulis, maka kemampuan menulis semakin lama akan semakin menurun.

Memang kreatifitas itu memiliki ototnya sendiri dan seperti otot-otot fisik yang terus menerus dilatih oleh para atlit, otot-otot kreatifitas membutuhkan latihan untuk memperkuatnya. Para fotografer dengan memotret, videografer dengan terus membuat video, dan para penulis melatihnya dengan terus menulis.

Persoalannya, sering kali kita menjalani kehidupan yang sibuk. Ujung-ujungnya kita tidak memiliki waktu untuk menulis dan menerbitkan blog.

Beberapa minggu lalu saya mencoba menulis beberapa hari berturut-turut di blog pribadi saya. Saya awalnya saya merasa asyik. Namun beberapa hari terakhir saya merasa jenuh dan tak ada gairah menulis meski ide belum habis.

Saya akhirnya berhenti dan menjadwalkan menulis dan menerbitkan blog sekali seminggu atau dalam rentang dua hingga tiga hari.

Dalam beberapa tulisan, saya mengatakan bahwa menulis merupakan aktivitas yang menyenangkan. Berbeda dengan fotografi atau sinematografi, proses kreatif menulis sangat murah bahkan kadang tak memerlukan biaya. Cukup kertas dan pinsil atau pena.

Jika kamu merasa tidak ingin menulis, jangan menulis. Perasaan terpaksa akan membuat proses menulis tak lagi menyenangkan.

Meski begitu, jika kamu ingin menerbitkan satu tulisan blog setiap hari maka saya tidak akan melarang. Dan seharusnya tidak ada orang yang bisa melarangmu melakukan itu.

Sisi positif menerbitkan blog setiap hari adalah jumlah tulisanmu yang makin lama makin banyak. Misalnya, jika kamu komitmen menulis satu blog setiap hari, maka kamu akan memiliki 365 tulisan setelah satu tahun.

Itu jumlah yang cukup banyak untuk membuat blogmu dinamis karena banyak artikel yang dapat ditautkan satu sama lain. Di samping itu, pengunjung blog bakal tertarik untuk untuk berlama-lama berselancar di dalam blogmu karena banyak konten-konten menarik di dalamnya.

Akhir-akhir ini saya senang berselancar di situs nickusborne.com atau makealivingwriting.com . Dua situs itu menyediakan banyak informasi mengenai freelance, blogging, marketing, dan penulisan konten. Ada ribuan tulisan yang sangat bermanfaat di situs itu.

Blogger fotografi jalanan Eric Kim mengatakan, ada beberapa pengunjung yang senang mendapatkan update harian dari blogmu. Mereka selalu menanti postingan terbaru setiap harinya karena sangat menyukai pemikiranmu atau konten-konten yang kamu sajikan.

Eric sendiri saat ini menerbitkan satu tulisan dalam sehari. Pada awal ia mengawali blognya yang fenomenal itu lima tahun lalu, ia menerbitkan tulisan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Strategi itu cukup berhasil menarik perhatian yang berdampak pada meningkatnya kunjungan pengunjung ke blognya.

Lalu, jika menerbitkan satu tulisan setiap hari membawa dampak yang bagus untuk blog, mengapa harus menunda beberapa hari untuk menerbitkan postingan berikutnya?

Seperti yang saya katakan di atas, kejenuhan akan menurunkan tingkat kreativitasmu. Sama halnya dengan otot-otot fisik yang diistirahatkan, kreativitas juga membutuhkan waktu jeda untuk mencapai hasil maksimal.

Para penulis besar tidak menulis setiap hari. Bulan-bulan yang mereka gunakan untuk membaca dan melakukan riset lebih banyak ketimbang proses penulisannya. Di alam, hal yang sama juga terjadi dalam proses tanam.

“Tanah membutuhkan waktu untuk mengembalikan nutrisi sebelum kembali ditanam. Kreativitasmu sama saja. Kerja terus menerus akan menguras pikiranmu menjadi semakin jenuh dan mandek. Istirahatlah,” ujar Eric.

Satu hal yang perlu kamu pertimbangkan adalah jika kamu terlalu cepat mengupdate blogmu maka tulisan sebelumnya akan tergeser ke bawah. Padahal tulisan sebelumnya belum cukup banyak mendapatkan perhatian pembaca.

Kadang pembaca setia blogmu tidak sempat berkunjung selama beberapa hari. Banyak pengunjung blog akan melihat postingan terbaru dan membacanya. Tidak semua pembaca bersedia menggulirkan laman ke bawah untuk mencari tulisan-tulisanmu sebelumnya. Jika pengunjung merasa tulisan terbarumu kurang menarik, maka mereka tidak akan lanjut membaca blogmu.

Jika kamu memutuskan untuk menerbitkan tulisan secara periodik (beberapa hari sekali atau seminggu sekali), kamu bisa melakukan kesempatan untuk mempromosikan blogmu. Salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengirim link pada kenalan-kenalan akrabmu.

Namun, seperti yang saya tulis di atas, kamu yang memutuskan apakah akan menerbitkan tulisan setiap hari, sekali seminggu, sekali sebulan, atau sekali dalam setahun. Banyak hal yang memengaruhi popularitas blog. Keaktifan, kedinamisan, atau isi konten bisa menaikkan popularitas blog.

Perusahaan penyedia mesin pencari seperti Google dan Microsoft (Bing) memiliki algoritma yang sering berubah-ubah sehingga kebanyakan penerbit atau pemilik situs kini kesulitan mengakali mesin pencari. Saya sendiri lebih memprioritaskan kualitas konten karena konten yang menarik akan membuat pengunjung tertarik untuk menjelajahi lebih banyak isi blog.

Eric memberi usul yang bagus jika kamu ingin menerbitkan artikel setiap hari namun tetap memiliki waktu untuk mengistirahatkan pikiran. Ia menyarankan menulis banyak blog di satu hari di mana kamu benar-benar merasa ingin menulis. Jadi misalnya dalam satu hari kamu bisa menulis sebanyak 5-7 tulisan maka dalam 4-6 hari selanjutnya kamu bisa menerbitkan masing-masing sebuah artikel. Cara ini bisa mengatasi kejenuhanmu serta, kamu memiliki waktu untuk melakukan riset atau mempromosikan blogmu dalam sisa hari di minggu itu.

Tulisanmu akan lebih baik saat kamu mengerjakannya dengan hati yang senang. Jangan menulis jika kamu merasa tidak ingin melakukannya. Di saat-saat seperti itu, lakukanlah hal-hal yang membuatmu nyaman dan bahagia. Keluar dan berjalan-jalanlah. Atau jika saat ini musim hujan, menyendiri sambil mendengarkan air rintik hujan bisa jadi cara untuk menenangkan hati. Itulah mengapa banyak musik berisi rintikan hujan di Soundcloud yang bisa diyakini dapat membuatmu rileks.

Jika suasana hatimu telah kembali bahagia, menulislah. Kebahagiaan akan memancing banyak ide di pikiranmu yang membuat kata demi kata meluncur dengan lancar lewat pena atau keyboard komputermu.

 

–xx–

Tulisan ini merupakan tulisan ketiga yang terinspirasi dari 50 tips ngeblog untuk pemula yang ditulis Eric Kim.

Leave a Comment